ISU SEBAGAI KEBUTUHAN

Kalau mendengar kata isu terbayang dalam pikiran kita isu itu kabar angin, kabar yang tidak jelas asal usulnya.Mungkin juga isu  itu desas-desus atau berita yang tidak terjamin kebenarannya.Isu bisa menjadikan fitnah bagi penerimanya bila berita yang beredar tidak benar.

Dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas, isu tidak selalu berkonotasi negatif. Isu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan sangat dibutuhkan  ketika mendapatkan masalah yang harus diselesaikan atau segera dipecahkan.

Menurut Charles O.Jones, mengartikan “issues” itu sebagai “controversial public problems”, yaitu masalah-masalah umum yang bertentangan (konflik) satu sama lain.Masalah-masalah di masyarakat yang  bersifat kontroversial. Masalah yang berakibat  luas,   termasuk akibat-akibat kepada  orang –orang yang secara tidak langsung terlibat.

Sedangkan “masalah “ diartikan sebagai kebutuhan-kebutuhan manusia yang harus diatasi.Masyarakat misalnya membutuhkan pelayanan umum seperti  sarana transportasi, pendidikan, kesehatan dan penerangan serta komunikasi. Pegawai membutuhkan gaji yang layak, perumahan, tunjangan keluarga,jaminan kesehatan dan lainnya.Kebutuhan-kebutuhan itu harus terpenuhi. Jika tidak terpenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut akan menjadi masalah-masalah umum.

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar isu tentang penambahan batas usia pensiun PNS, reformasi birokrasi, tunjangan kinerja,  pengangkatan semua guru honorer menjadi PNS dan lain sebagainya. Isu tersebut merupakan kebutuhan-kebutuhan di masyarakat yang memerlukan penyelesaian. Terlepas apakah isu itu nantinya menimbulkan masalah lagi dikemudian hari  setelah menjadi peraturan perundang-undangan, tetapi isu tersebut tetap memerlukan perhatian dan dukungan dari pemerintah untuk menyelesaikannya.

Isu diperlukan dalam proses pembuatan kebijaksanaan negara, dalam hal ini pemerintah dan wakil-wakil rakyat.Pembuat kebijaksanaan memerlukan adanya isu. Mereka harus mencari dan menentukan identitas masalah kebijaksanaan. Setelah mendapatkan isu dimasukkan dalam agenda pemerintah  barulah kemudian dapat dirumuskan  dan dituangkan dalan peraturan perundang-undangan.

Kadangkala masalah umum muncul dipermukaan belum tentu ada jaminan bahwa  akan muncul pula keinginan publik meneruskan atau menyelesaikan masalah tersebut. Pemerintah seringkali mendefinisikan masalah bagi masyarakat dimana masyarakat itu  tidak mampu atau mungkin tidak sadar dalam menerjemahkan masalah yang mereka hadapi sendiri.

Suatu masalah bisa berubah menjadi masalah umum  tidak hanya cukup dihayati oleh banyak orang sebagai sesuatu masalah yang perlu segera diatasi, tetapi masyarakat perlu memiliki political will untuk memperjuangkannya. Dan lebih penting lagi masalah itu ditanggapi  positif oleh pembuat kebijaksanaan  dan mereka bersedia ”memperjuangkan” masalah itu menjadi masalah kebijaksanaan, memasukkan ke dalam agenda pemerintah. Untuk selanjutnya membuat masalah umum menjadi  kebijaksanaan negara.

Agar kebutuhan masyarakat itu bisa menjadi isu kebijaksanaan dan menarik perhatian publik, maka isu itu harus dilempar  kepada  masyarakat luas. Dan harus dapat meyakinkan publik bahwa isu itu merupakan masalah yang memerlukan penyelesaian dengan segera. Sehingga kalau isu itu mendapat ”dukungan”  kemudian berhasil masuk dalam  agenda pemerintah, maka tindakan yang sah dari pemerintah diperlukan untuk memecahkan masalah itu.

Suatu isu dapat dikatakan masuk ke agenda pemerintah kalau pemerintah menaruh perhatian atau memberikan perhatian serius dan aktif terhadap masalah tersebut. Oleh  karena masalah-masalah di masyarakat begitu banyak, maka para pembuat keputusan akan memilih atau menentukan masalah-masalah mana yang menurut mereka  seharusnya memperoleh prioritas utama untuk diperhatikan. Mungkin diantara pembuat keputusan yang satu berbeda persepsinya dengan yang lain terhadap suatu masalah. Tetapi kalau sebagian besar pembuat keputusan sepaham bahwa prioritas perlu diberikan  terhadap masalah tertentu, maka timbullah policy issues yang dapat segera dimasukkan dalam agenda pemerintah.

Menurut Cobb dan Elder, ada tiga prasarat agar isu kebijaksanaan (policy issue) itu dapat masuk  dalam agenda pemerintah :

  1. Isu itu memperoleh perhatian yang luas atau setidak-tidaknya dapat menimbulkan kesadaran masyarakat.
  2. Adanya persepsi dan pandangan/pendapat publik yang luas bahwa suatu tindakan perlu dilakukan untuk memecahkan masalah.
  3. Adanya persepsi yang sama dari masyarakat bahwa masalah itu adalah merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab yang sah dari beberapa unit pemerintahan untuk memecahkannya.

Proses memasukkan masalah masyarakat yang sudah menjadi isu ke dalam agenda pemerintah bukanlah pekerjaan ringan, tetapi merupakan pekerjaan yang rumit dan komplek. Hal ini disebabkan karena tidak semua pembuat keputusan menaruh perhatian dan minat yang sama terhadap masalah tersebut.Belum tentu suatu masalah yang dianggap masyarakat perlu dipecahkan  oleh pemerintah dapat menjadi isu yang  bisa  masuk ke dalam agenda pemerintah.Konflik kepentingan berpengaruh pada dapat tidaknya suatu masalah masuk  ke dalam agenda pemerintah. Termasuk didalamnya anggaran keuangan negara, menjadi pertimbangan pemerintah.

Jika  isu sudah menjadi  isu kebijaksanaan dan masuk agenda pemerintah, apakah sudah pasti nantinya akan menjadi kebijaksanaan negara yang akan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan ?  Belum pasti, karena perjalanan masih panjang. Banyak masalah-masalah umum masuk agenda pemerintah sampai sekarang “mati” di tengah jalan, walaupun sudah dibicarakan antara pemerintah dan para wakil rakyat. Mengapa demikian ? Yang pasti  banyak faktor yang mempengaruhinya. ### (EKO SAPUTRO)

Posted on 8 Oktober 2009, in kepegawaian and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. tak selama nya isu itu buruk,terkadang dari sebuah isu terbongkar lah sebuah maslah….

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: