TENAGA HONORER DAN KAWIN SIRI

Seorang tenaga honorer dinikahi siri oleh seorang laki-laki yang sudah mempunyai isteri. Hasil pernikahan tersebut menghasilkan seorang anak. Berdasarkan PP 48 Tahun 2005 yang bersangkutan diangkat menjadi CPNS karena memenuhi syarat usia dan masa kerja. Setelah Dalam hal ini apakah wanita tersebut dapat diangkat menjadi PNS?

PENYELESAIAN
Pernikahan yang dilakukan oleh wanita tersebut bukan perkawainan syah, karena dilakukan secara siri, dengan demikian statusnya tidak menjadi isteri ke dua dari laki-laki tersebut. Apabila yang bersangkutan dinikahi secara syah oleh pria tersebut, maka yang bersangkutan diber-hentikan tidak dengan hormat sebagai CPNS. Berdasarkan Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 48/SE/1990 dinyatakan bahwa seorang wanita yang berkedudukan sebagai isteri ke dua/ke tiga/ke empat dilarang menjadi PNS. Namun demikian apabila wanita tersebut masih menjalin hubungan pria yang menikahinya, maka dianggap melakukan hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang syah, dan diajtuhi salah satu hukuam disiplin berat. Dalam SE Kepala BAKN Nomor 23/SE/1980 dinyatakan bahwa CPNS yang dijatuhi hukuman tingkat sedang atau berat, dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS dan diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai CPNS.

Posted on 8 Februari 2010, in kepegawaian, motivasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: